5 Penulis Indonesia yang Berhasil Meraih Penghargaan di Kancah Internasional

Mereka berhasil meraih penghargaan dan sampai dikenal dunia karena karya-karyanya yang punya pesan penting untuk disampaikan

5 Penulis Indonesia yang Berhasil Meraih Penghargaan di Kancah Internasional
via trivia.id

Ayo, siapa di antara sahabat Zoya yang punya cita-cita pengen jadi penulis? Menjadi penulis adalah pekerjaan yang susah-susah gampang. Susahnya adalah kalau kamu nggak punya perbendaharaan kata yang cukup banyak dan ide yang cemerlang.

Untuk menjadi penulis yang handal tulisan kita seenggaknya punya bobot lebih selain menghibur, tapi juga punya pesan yang secara nggak langsung ingin kita sampaikan pada pembaca. Seperti 5 penulis Indonesia di bawah ini. Mereka berhasil meraih penghargaan dan sampai dikenal dunia karena karya-karyanya yang punya pesan penting untuk disampaikan. Siapa aja sih mereka?

 

Eka Kurniawan

via posbali.id

Buat kamu penggemar buku-buku sastra pasti nggak bakalan asing deh sama penulis yang satu ini. Beberapa buku yang pernah ditulis oleh suami dari novelis Ratih Kumala ini, berhasil meraih beragam penghargaan, salah satunya adalah novelnya yang berjudul Lelaki Harimau yang berhasil masuk sebagai nominasi dalam ajang penghargaan bergengsi The Man Booker Prize.

Novel Cantik Itu Luka yang merupakan novel yang berhasil melambungkan nama Eka Kurniawan, bahkan telah diterjemahkan ke dalam 25 bahasa. Eka disebut-sebut juga sebagai penerus Fyodor Dostoevsky, penulis Rusia yang namanya telah mendunia.

Nh. Dini

via ubudwritersfestival.com

Penulis bernama lengkap Nurhayati Sri Hardini ini adalah ibu dari sutradara Perancis bernama Pierre Coffin. Nggak kenal ya? Gimana kalau Zoya nyebutin Despicable Me? Tau dong pasti! Nah Pierre Coffin adalah sutradara dari film Despicable Me 1 sampai 3, dan Minions.

Eh tapi ko Oma Nh. Dini bisa punya anak sutradara Perancis sih? Bisa dong. Jadi dulu itu di masa mudanya Nh. Dini pernah berprofesi sebagai pramugari Garuda Indonesia, pekerjaan itu lah yang membuat dia bertemu dengan mantan suaminya yang berkebangsaan Perancis. Sepanjang hidupnya Nh. Dini telah menulis puluhan buku bertemakan perempuan, sebagian ia angkat dari pengalamannya sendiri, salah satunya adalah seri cerita kenangan. Salah satu penghargaan yang pernah ia raih adalah SEA Write Award.

Ahmad Tohari

via majalah-ancas.com

Kamu tau film Sang Penari nggak? Kalau nggak tau cari dulu di Google, kalau udah tau Ahmad Tohari adalah penulis novel Ronggeng Dukuh Paruk yang kemudian diadaptasi ke dalam film oleh Ifa Isfansyah.

Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk kini sudah diterjemahkan dalam berbagai bahasa, di antaranya, Belanda, Jerman, Inggris, dan Jepang. Sama seperti Nh. Dini, Ahmad Tohari juga berhasil menyabet penghargaan di penghargaan bergengsi untuk para penulis ASEAN, SEA Write Award pada tahun 1995.

Seno Gumira Ajidarma

via beamingnotes.com

Meski statusnya putra dari seorang guru besar Gajah Mada, Seno nggak tertarik buat ngikutin jejak sang ayah. Alih-alih menjadi seorang akademisi, Seno justru melanglang buana dengan hobinya memotret dan menulis. Karya-karyanya pun berseliweran di berbagai media massa.

Salah satu novelnya yang fenomenal di kalangan anak muda adalah Sepotong Senja untuk Pacarku (kamu pasti suka deh kalau baca!). Bercerita tentang seorang lelaki muda yang memotong senja untuk pacarnya. Romantis ya, tapi itu si tokoh beneran motong senja lho ceritanya! Seno Gumira Ajidarma memang terkenal dengan karya-karyanya yang puitik, melankolis, dan absurd, buat kamu yang suka nge-quote kutipan dari novel harus banget baca karya-karya beliau.

Penghargaan yang pernah diraih oleh Seno antara lain SEA Award pada tahun 1987, dan Dinny O’Heam Prize for Literary pada tahun 1997. Meski pada awalnya nggak mau menjadi akademisi, pada akhirnya buah memang nggak jatuh jauh dari pohonnya ya Girls, buktinya sekarang Seno Gumira Ajidarma menjabat sebagai Rektor Institut Kesenian Jakarta. Hehehe.

Pramoedya Ananta Toer

via damniloveindonesia.com

Pramoedya Ananta Toer bisa dibilang merupakan salah satu sosok penting di Indonesia, terutama dalam dunia kesusastraan. Terdapat 50 karya yang telah dihasilkan oleh Opa Pram, dan beberapa di antaranya bahkan telah berhasil diterjemahkan ke dalam 40 bahasa. Karyanya yang paling fenomenal dan menjadi bacaan wajib di beberapa negara adalah novel tetralogi Buru yang ia tulis selama menjadi tahanan di Pulau Buru.

Soal penghargaan, jangan ditanya deh girls. Saking banyaknya nggak muat buat disebutin, beberapa penghargaan yang pernah diraih Pram antara lain: Fredom to Write Award dari PEN American Center, The Fund for Free Expression, Ramon Magsaysay Award, UNESCO Madanjeet Singh Prize dan masih banyak lagi. Pokonya sangking pentingnya karya Pram, salah satu novelnya yang menjadi bagian tetralogi Buru berjudul Bumi Manusia dijadikan sebagai bahan mata kuliah Comperative Literature di Universitas Queen Marry, London, Inggris.

Hebat ya!

Girls, di antara penulis di atas ada yang karyanya udah pernah kalian baca belum? Cerita dong di kolom komentar!

Komentar

Reaksimu?

0 0
Penulis

Lupa Password

Silahkan masukkan nama pengguna atau alamat email anda. Anda akan menerima link untuk membuat kata sandi baru melalui email.